Selasa, 03 Juni 2014

Profil Tigerair Mandala

Tigerair Mandala (sebelumnya: Mandala Airlines) (RI/MDL) adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier/ LCC) Indonesia. Maskapai ini merupakan salah satu maskapai swasta tertua di Indonesia, perusahaan ini didirikan pada April 1969 oleh Yayasan Kostrad dan telah berkecimpung di dunia penerbangan Indonesia selama lebih dari 40 tahun.
Mandala airlines memulai penerbangan dengan armada Douglas DC-3 dan melayani rute-rute ke kota di luar Jawa. Perusahaan ini mulai berkembang sejak datangnya armada Vickers Viscount dan Hawker Siddeley HS748 pada era 1970an. Pada tahun 1990an, Mandala airlines meningkatkan standar pelayanan dengan mengoperasikan armada jet Boeing 737-200 dan Fokker F28 dan melebarkan sayapnya ke negara-negara ASEAN.
Pada tahun 2006, Mandala diakuisisi oleh Cardig International sebagai langkah divestasi bisnis militer. Di tangan Cardig, maskapai Mandala berubah menjadi maskapai Low Cost Carrier dan menjadi salah satu pemain utama di persaingan dunia penerbangan Indonesia yang menawarkan tiket murah kepada masyarakat. Salah satu komitmen maskapai ini untuk menjadi LCC berkualitas adalah pencabutan European Union no-fly blacklist bagi perusahaan ini, di mana artinya kualitas safety Mandala airlines telah diakui setara atau compliant dengan standar Eropa. Namun, masalah keuangan mengakibatkan pihak Mandala harus menghentikan operasionalnya pada Januari 2011.
Pada bulan-bulan berikutnya, Saratoga Group dan Tiger Airways Holdings dari Singapura mengakuisisi saham Mandala airlines dan resmi menjadi maskapai partner dari Tiger Airways. Sebagai maskapai partner, rute penerbangannya juga terkoneksi dengan rute-rute yang dilayani oleh Tiger Airways Singapore, Tiger Australia, dan juga beberapa maskapai lainnya seperti, SEAir Filipina serta LCC jarak jauh Scoot Airlines.
Sebagai sebuah LCC modern, Tigerair Mandala menyediakan tiket pesawat murah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para penumpangnya seperti pilihan bagasi kabin gratis 10kg dan pilihan opsi Luggage Upsize yang dapat dipesan terlebih dahulu, Tigerair Mandala Cafe yang menyediakan penjualan makanan inflight ataupun prebook, serta asuransi penerbangan yang cukup komprehensif.
Sejak menjadi maskapai partner dari Tiger Airways, Tigerair Mandala berkembang pesat dan banyak membuka kembali rute-rute ke kota yang pernah dilayani sebelumnya contohnya, Medan, Surabaya, Padang, Pekanbaru, dan hubungan dengan maskapai induk di Singapura. Perusahaan ini sudah mempunyai standar pelayanan LCC dan telah menjadi ciri khas yang tetap dipertahankan dan distandardisasikan dengan standar LCC Tiger Airways. Tigerair Mandala juga memilih Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sebagai Main Hub yang modern dan nyaman bagi penumpangnya.
Pada tanggal 3 Juli 2013, Tigerair Mandala memperkenalkan nama brand dan logo yang baru. Nama brand sebelumnya Mandala Airlines diubah menjadi Tigerair Mandala. Adapun lewat rebranding tersebut, maskapai low-budget ini memiliki target pasar yang spesifik yaitu para traveler muda. Selain itu, logo lama yang berupa ekor pesawat bercorak loreng macan diubah menjadi tulisan “mandala tigerair” dengan tipografi yang lebih kontemporer berwarna abu-abu dipadukan dengan sentuhan warna oranye cerah pada titik huruf ‘i’ dan ekor huruf ‘g’. Ekor huruf ‘g’ tersebut masih merujuk pada tiger, yaitu ekor macan yang didesain menyerupai senyuman. Rebranding ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru yang hangat, ramah serta dekat di hati para traveler muda yang dinamis.

Profil Tigerair

Untuk penerbangan Tigerair di Indonesia, dioperasikan oleh Tigerair Mandala.
Tigerair (Sebelumnya: Tiger Airways) (TR/TGW) adalah maskapai penerbangan Singapura yang melayani segmen berbiaya murah atau Low-Cost Carrier (LCC). Dengan bermarkas di Bandara Internasional Changi di Singapura, Tigerair Singapore melayani jangkauan rute Asia Pasifik yang luas mencakup Asia Tenggara, Australia, China dan juga India. Berdiri pada 12 Desember 2003, Tigerair mulai melakukan penjualan tiket pada Agustus 2004 dan melakukan penerbangan perdananya pada 15 September 2004 dengan melayani rute Singapura - Bangkok. Semua pesawat Tigerair hanya menawarkan kelas Ekonomi saja dengan berkapasitas 180 tempat duduk.
Sebagai maskapai berbiaya rendah, Tigerair memperbolehkan tiap penumpangnya untuk membawa bagasi kabin dengan bobot sampai 10 kg. Tigerair tidak menyediakan makanan dan minuman gratis kepada penumpangnya. Namun, menu makanan ringan seperti sandwich, mie instan serta minuman hangat dan dingin dapat dibeli dari Tiger Bites. Demi menekan biaya dan tetap bisa menawarkan harga tiket Tigerair yang murah, maka pihak perusahaan juga tidak menyediakan fasilitas In-Flight Entertainment bagi penumpang, namun tersedia majalah Tiger Tales sebagai bacaan pengisi waktu luang.
Tigerair Singapore adalah maskapai yang berbasis LCC yang berfokus pada penawaran tiket pesawat murah dan telah menjadi unggulan di kawasan Asia. Pada Februari 2006, Tigerair adalah maskapai LCC pertama milik Singapura yang memperoleh ijin dari pemerintah China untuk melayani rute-rute penerbangan di China selatan antara lain Shenzhen, Haikou dan Guangzhou. Di tahun 2013 (per 30 April), Tigerair Singapore mengoperasikan 21 armada Airbus A320.
Sejumlah penghargaan pun pernah diterima oleh Tigerair, antara lain sebagai maskapai low budget terbaik dari CAPA’s Aviation Awards for Excellence (2010), maskapai LCC dengan Best in-flight meals dari Asia Pacific Airline Food Awards (2012) dan sebagai “Top 3 Airlines by Passenger Carriage” dari Changi Airline Awards (2013). Dengan menawarkan harga tiket yang murah, Tigerair memiliki komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam hal keamanan, kenyamanan dan kredibilitas.